Zenius, Startup Edutech, Menghentikan Sementara Operasionalnya

Startup edutech Zenius mengumumkan penghentian sementara operasionalnya. MDI Ventures, perusahaan venture capital milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., sebagai salah satu investor Zenius, memberikan tanggapannya.

CEO MDI Ventures, Donald Wihardja, menjelaskan bahwa peningkatan inovasi digital di era startup menempatkan Zenius di bawah tekanan untuk bersaing dengan edutech lainnya.

Pada tahun 2019, Zenius mulai mencari pendanaan dari venture capital untuk mengejar pesaing-pesaingnya.

Baca juga: Lowongan CPNS 2024: Syarat dan Cara Daftar

Selama pandemi, permintaan layanan edutech meningkat pesat, namun setelah pandemi, permintaan tersebut mulai meredah. Hal ini menyebabkan koreksi biaya karena permintaan tidak sesuai dengan ekspektasi.

“Di situlah Zenius harus memilih apakah melanjutkan dengan risiko yang tinggi atau untuk sementara waktu beristirahat dengan cara yang bijaksana, memberikan kesempatan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja yang baik dan benar kepada karyawan-karyawannya,” ujar Donald dalam segmen Profit di CNBC Indonesia, Jumat (5/1/2024).

Ia menyebut peristiwa ini sebagai dampak dari “funding winter” atau musim dingin pendanaan. Startup seperti Zenius, yang terdampak, berusaha mencari investor namun hingga saat ini belum berhasil.

Baca juga: Gautam Adani Kembali Jadi Orang Terkaya Asia

Akhirnya, Zenius memutuskan untuk melakukan apa yang disebut Donald sebagai “soft landing” atau pendaratan yang lembut. Meskipun melepaskan sejumlah karyawan, Zenius tetap mempertahankan merek dan kontennya yang bernilai. Mereka berencana mencari episode berikutnya dari perjalanan Zenius.

Zenius tidak merinci alasan penutupan operasionalnya, meskipun perusahaan ini telah mendapatkan investasi dari MDI Ventures milik PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., Northstar Group milik Patrick Walujo, Alpha JWC, Openspace Ventures, dan Beacon Venture Capital.

Dalam pernyataan pers terkait pendanaan dari MDI Ventures, Zenius mengklaim telah mendapatkan total pendanaan senilai US$40 juta (Rp622 miliar) sejak berdiri.

Profil Pendiri Zenius

Tentang pendiri Zenius, Sabda Putera Subekti atau yang sering disebut Sabda PS, berdasarkan profil LinkedIn-nya, ia lahir di Jakarta dan meraih gelar sarjana S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan latar belakang Teknik Informatika.

Sabda kemudian melanjutkan pendidikannya dengan mengambil kuliah online di bidang Matematika dan Filsafat di Universitas London, serta kuliah di jurusan Antropologi, Universitas Oxford.

Selama 20 tahun berkontribusi di Zenius, Sabda PS menduduki berbagai jabatan kunci, termasuk CEO (Maret 2023 – saat ini), Chief Education Officer (Agustus 2019 – Mei 2023), CEO (Februari 2019 – Juli 2019), Chief Business Development Officer (April 2011 – Februari 2019), dan CEO (Juli 2007 – April 2011).

Zenius didirikan pada tahun 2004 oleh Sabda PS, Wisnu Subekti, dan Medy Suharta sebagai bimbingan belajar offline. Pada tahun 2005, Zenius mulai menghadirkan materi pembelajaran dalam bentuk CD, terutama untuk persiapan masuk SPMB bagi anak SMA.

Pada tahun 2007, Zenius Education secara resmi didirikan sebagai perusahaan perseroan terbatas. Kemudian, pada tahun 2010, Zenius meluncurkan situs pembelajaran pertama di Indonesia melalui Zenius.net.

Pada Juli 2019, seluruh materi dan fitur belajar Zenius dapat diakses melalui Zenius App yang tersedia di Play Store dan App Store.

Baca juga: Microsoft Akan Menambahkan Tombol Copilot pada Keyboard

Tinggalkan komentar