Facebook Perkenalkan Fitur “Riwayat Tautan” untuk Lacak Aktivitas Pengguna

Facebook, dengan lebih dari 3,05 miliar pengguna aktif per bulan, telah mengenalkan fitur baru yang bertujuan membantu penggunanya melacak situs yang mereka kunjungi.

Fitur yang disebut “Riwayat Tautan di Facebook” ini sedang dalam tahap pengenalan dan akan segera hadir di aplikasi Facebook untuk perangkat iPhone dan Android.

Fitur ini menyediakan pengguna dengan kemampuan untuk menyimpan riwayat penelusuran langsung di dalam aplikasi selama 30 hari.

Artinya, semua tautan yang diklik oleh pengguna dari aplikasi akan secara otomatis dicatat, memudahkan pengguna untuk menemukannya kembali nanti. Namun, keberadaan fitur ini tidak hanya untuk kenyamanan pengguna.

Baca juga: New York Times Gugat OpenAI ke Pengadilan, Dugaan Pelanggaran Hak Cipta

Meta, perusahaan di balik Facebook, secara terang-terangan menyatakan bahwa fitur ini akan membantu mereka melacak perilaku pengguna dengan lebih baik.

Data tautan yang disimpan akan digunakan untuk menyajikan iklan yang lebih relevan dan terarah kepada pengguna.

Dengan kata lain, Facebook akan menggunakan informasi riwayat tautan untuk meningkatkan efektivitas iklan yang ditampilkan kepada pengguna.

Meskipun fitur ini diaktifkan secara default pada sebagian pengguna, Meta memberikan opsi untuk menonaktifkannya.

Cara menonaktifkan:

  • Pengguna membuka pengaturan melalui menu “Pengaturan browser” di aplikasi Facebook
  • Centang atau hapus centang “Izinkan riwayat tautan” dan konfirmasikan pilihan Anda di pop-up baru yang akan muncul.

Namun, perlu diingat bahwa Meta memberikan jangka waktu 90 hari sebelum permintaan penghapusan riwayat tautan diakui. Ini mengikuti durasi yang dianggap relevan oleh pengiklan untuk data penelusuran online.

Perlu dicatat bahwa fitur serupa telah ada dalam beberapa bulan terakhir di platform Instagram, yang juga dimiliki oleh Meta. Pengguna yang ingin menonaktifkan fitur ini di Instagram dapat mengikuti panduan yang telah disediakan oleh platform tersebut.

Baca juga: Penelitian: Hampir Separuh Remaja Merasa Kecanduan Medsos

Tinggalkan komentar