Kasus Mutilasi di Malang: Tukang Pijat Tersangka, Korban Dikubur di Dekat Sungai

Kejadian tragis mencuat di Malang, Jawa Timur, dengan seorang tukang pijat bernama Abdul Rahman menjadi tersangka utama dalam kasus mutilasi yang mengejutkan.

Pria ini diduga melakukan tindak kejam terhadap pasiennya, Adrian Prawono. Rumah indekos Abdul Rahman yang terletak di Jalan Sawojajar, Malang, kini menjadi saksi bisu peristiwa tragis ini dengan dipasanginya garis polisi.

Pemilik indekos, Muhammad Irianto (61), memberikan konfirmasi terkait kejadian tersebut, menurut laporan CNN Indonesia. Abdul Rahman digelandang oleh pihak kepolisian sekitar pukul 01.30 WIB dini hari Jumat.

Sebelumnya, pria ini sudah beberapa kali menjadi sorotan polisi sejak 14 Oktober 2023, menunjukkan adanya catatan kejadian sebelumnya yang menimpanya.

Saat penggeledahan di indekos, pihak kepolisian menemukan kepala korban yang dikubur di tanah dekat sungai.

Meskipun polisi menyebut peristiwa ini sebagai kasus mutilasi, rincian mengenai potongan tubuh lainnya belum sepenuhnya jelas.

Baca juga: Jadon Sancho Kembali ke Borussia Dortmund dengan Status Pinjaman

Irianto menjelaskan bahwa saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), pihak kepolisian turun ke area sungai yang berada di dekat rumah dan melakukan penggalian.

Kondisi tangan Abdul Rahman bahkan sudah diborgol saat digelandang oleh polisi.

Pemilik indekos ini juga membenarkan bahwa Abdul Rahman adalah seorang tukang pijat yang telah tinggal di tempat tersebut bersama istrinya selama hampir lima tahun.

Abdul Rahman dikenal sebagai tukang pijat terapi yang memberikan layanan untuk anak-anak dan orang dewasa dengan berbagai masalah kesehatan.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto, membenarkan penangkapan terduga pelaku dan menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.

Situasi yang mengejutkan ini menunjukkan kompleksitas dalam penyelidikan kasus kejam ini di kota Malang.

Baca juga: Menteri ESDM: 117 Perusahaan Tambang Harus Bayar, Sanksi Simbara Macet

Tinggalkan komentar